PKS Jerman
Tifatul: SBY Sebaiknya Abaikan Saja Golkar PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh 8box   
Senin, 13 Juli 2009 06:14

Isu merapatnya Golkar ke kabinet SBY-Boediono, bila diputuskan sebagai pemenang pilpres, terus berhembus. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) justru mengimbau SBY tidak menghiraukan ancaman bila Golkar menjadi posisi.

"Pak SBY sebaiknya abaikan saja, karena Golkar tidak terlalu berbahaya," kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, dalam perbincangan dengan VIVAnews melalui telepon, Senin, 13 Juli 2009.

Menurut Tifatul, 24 partai koalisi pendukung capres-cawapres SBY-Boediono sudah memperoleh lebih dari setengah kursi di parlemen. Maka itu, SBY-Boediono diimbau untuk tidak resah menghadapi 'ancaman' Golkar di parlemen.

"Komposisi partai koalisi pendukung SBY-Boediono di parlemen lebih dari 50 persen. Gertakan-gertakan Golkar tidak perlu dikhawatirkan," ujar politisi yang namanya disebut-sebut akan masuk dalam kabinet berikutnya ini.

Indikasi kembalinya Partai Golkar ke kubu pemerintah semakin kuat. Posisi politik Golkar secara formal tidak berubah sejak Musyawarah Nasional (Munas) Golkar terakhir.

"Golkar tetap berdiri sebagai partai pendukung pemerintah yang kritis," kata Wakil Ketua Umum Golkar, Agung Laksono, di Gedung DPR, Jakarta. Agung menilai, sikap Golkar yang selama lima tahun terakhir ini memberikan dukungannya kepada pemerintah, sudah sangat pas dan tepat.

Sikap perbedaan pendapat di kalangan internal itu, menurut Agung, tidak akan menghilangkan sikap resmi Golkar sebagai partai pendukung pemerintah, yang didasarkan pada hasil keputusan Munas di Bali. "Sikap ini belum berubah. Posisi mendukung pemerintah tidaklah salah," tegas Agung.

[vivanews.com]

 

 

Mari bergabung bersama PKS
untuk mewujudkan Indonesia Baru yang lebih baik!
  • Anda tertantang Memimpin? Mari bergabung dalam jaring Pemimpin Muda klik di sini
  • Sisihkan dana Anda untuk kampanye PKS. Donasi
  • Beritahu tentang PKS kepada kenalan Anda.
  • Ajaklah semua yang Anda jumpai untuk memilih PKS pada 9 April 2009. Banyak alasan kenapa pilih PKS